Tampilkan postingan dengan label cara membedakan asam gelugur jantan betina. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara membedakan asam gelugur jantan betina. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2016

Budidaya Asam Gelugur, Awas Bibit Betina Palsu


Seperti yang telah kami sampaikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa kendala utama membudidayakan asam gelugur (Garcinia atroviridis) adalah sulitnya mendapatkan bibit yang sudah diketahui jenis kelaminnya.

Idealnya, dalam satu kebun asam gelugur, terdapat sembilan puluh persen pohon betina dan sepuluh persen pohon jantan. Pohon asam gelugur betina membutuhkan penyerbukan agar buahnya menjadi banyak dan besar-besar. Karena itulah pohon asam gelugur betina yang tumbuh sendirian dan jauh dari pohon jantan, buahnya akan kecil-kecil dan jarang.

Pembuktian tentang perlunya pohon asam gelugur kepada penyerbukan sudah dilakukan oleh J.Pangsuban, seorang botanist dari Thailand. Ia membungkus sebagian bunga-bunga asam gelugur dari pohon betina dengan kertas minyak hingga melewati masa penyerbukan.  Hasil yang didapat adalah : bunga-bunga asam yang dibungkus itu banyak yang berguguran. Dan yang berhasil menjadi buah akan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan buah lainnya yang tidak dibungkus. Setelah buah yang dulunya dibungkus itu matang, biji yang dihasilkan juga jauh lebih sedikit dan kecil-kecil. Ketika biji disemai, persentase perkecambahannya terbilang rendah. Karena itulah pengembangan bibit tanaman asam gelugur melalui biji secara tidak kawin (apomixis-apogami) menjadi sulit dilakukan.

Pada era  terdahulu, para petani pengembang pertanaman asam gelugur biasanya menanam bibit asam gelugur yang berasal dari biji. Penanaman dilakukan sebanyak dua kali jumlah populasi normal. Jadi, jika jarak tanam normal adalah 8x8 meter, maka ditanamlah bibit asal biji ini dengan jarak tanam 4x8 meter. Dengan  harapan yang akan menjadi betina adalah sekitar 45 persen dan yang jantan sekitar 55 persen, lalu dilakukan penebangan pada 50 persen pohon jantan, akan didapatlah sebuah kebun asam gelugur dengan jumlah pohon betina 90 persen dan jumlah pohon jantan 10 persen. Pohon jantan yang disisakan ini diusahakan agar menyebar di antara pohon betina, sehingga penyerbukan akan lebih merata.  

Dengan pola tanam demikian, masih tersisa masalah tentang jarak tumbuh yang tidak seragam. Akan ada jarak tumbuh perbaris yang berpola acak semisal 4x8x8x16 atau lainnya. Namun secara umum pola yang acak demikian tidak akan terlalu menganggu produksi buah asam gelugur.

Jika mengunakan bibit dari stek akar, jenis kelamin bibit memang sudah diketahui sejak awal. Syaratnya, pembuat atau penjual bibitnya jujur menerangkan jenis kelamin bibit asam gelugurnya.. Artinya, jika ia memang menanam potongan akar yang diambil dari pohon asam gelugur yang  betina, maka bedakan dari yang ditanam dari potongan akar dari pohon asam gelugur jantan, yang kelak akan menjadi  adalah pohon asam gelugur jantan.  


                      Bibit asam gelugur asal stek akar. 

                                Bibit asam gelugur asal biji. 

Patut dicatat bahwa untuk mendapatkan potongan akar pohon asam betina juga tidaklah mudah. Tidak semua pemilik pohon asam mau menjual akar pohon miliknya.

Bila menggunakan bibit asam gelugur asal stek kara,  pengaturan jarak tanam akan menjadi jauh lebih mudah. Namun kendalanya adalah,  bibit asam asal stek akar tidak dianjurkan ditanam pada lahan yang memiliki musim angin kencang, musim kemarau yang keras, daerah berbukit-bukit dan lahan yang kedalaman jangkau air tanahnya lebih dari tiga meter pada musim kemarau.  Sebabnya adalah,  pohon asam yang berasal dari stek akar tidak memiliki akar tunggang, hanya memiliki akar lateral yang cenderung tumbuh ke arah bawah menyamping. Akar model begini kurang mampu menyokong pohon dari terpaan angin kencang. Juga tidak bisa menjangkau air tanah yang terlalu dalam. Itulah sebabnya ada banyak pohon asam asal bibit stek akar ini yang mati pada tengah usia. Kematian biasanya terjadi berangsur, dan dimulai pada pertengahan musim kemarau.  Kematian umumnya melanda pohon yang subur, daunnya rimbun. Karena semakin banyak daun akan semakin besar penguapan air pohon. Ketika penguapan lebih besar dari pada asupan air, maka pohon akan mengalami dehidrasi. Jika dibiarkan, maka pohon akan merana lalu mati.

Aplikasi irigasi dengan sistim pipanisasi yang digabung dengan sistim biopori bisa mengatasi masalah kekurangan air ini bagi kebun asam gelugur di musim kemarau. Tetapi selain biayanya cukup besar, kendala ketersediaan air untuk menyiram juga sulit dihindarkan.
Masih ada pilihan asal bibit lainnya, yakni asal sambung pucuk. Bibit asal sambung pucuk jelas kelaminnya dan tahan terhadap angin kencang juga kekeringan. Tetapi untuk mendapatkan bibit asam gelugur asal sambung pucuk ini sangatlah sulit, karena untuk membuatnya  membutuhkan pucuk puncak pohon asam betina sebagai bahan sambungan. Pucuk ranting dan tunas air tidak bisa dipakai sebagai bahan sambungan. Karena nantinya pucuk model ini tidak mau tumbuh membesar, hanya memanjang saja. Akibatnya tajuk pohon asam gelugur akan menjadi seperti tajuk pohon semangka, menjalar di tanah.

Dewasa ini kerap juga ditemukan orang yang kurang jujur dalam menjual bibit asam gelugur. Penulis pernah menemukan seorang petani yang membeli bibit asam gelugur dari orang jauh. Dikatakan bahwa bibit itu adalah bibit asam gelugur asal stek akar dan dijual seharga rp.40.000/batang. Namun begitu penulis lihat ke kebunnya, ternyata itu hanyalah bibit asam gelugur asal biji, yang oleh penulis biasa dihargai hanya seperempatnya.

Modus lain penjual bibit asam yang kurang bertanggung jawab adalah dengan mengiklankan bahwa bibit asam gelugur yang dijualnya itu memang berasal dari biji, tetapi ia sudah berani memastikan kelaminnya adalah betina. Ia menjual bibitnya itu seharga rp.25.000/batang.

Kebenarannya adalah, jenis kelamin bibit asam gelugur tidak bisa ditentukan berdasarkan ciri-ciri morfologi bibit. Sejauh ini, jenis kelamin pohon asam hanya diketahui saat ia sudah berbunga. Jika bunganya dalam satu tangkai ada banyak, seperti  bunga jambu air, maka itu adalah pohon asam gelugur jantan. Jika  bunganya dalam satu tangkai hanya satu, jarang-jarang ada dua, mak itu adalah betina. Bunga betina juga akan menampakkan bakal buah yang berwarna hijau, sedangkan bunga jantan hanya menampakkan kumpulan benang sari yang berwarna kemerahan.

Secara non ilmiah, memang ada beberapa pendapat di kalangan masyarakat yang berkenaan dengan cara menentukan kelamin asam gelugur berdasarkan ciri bibit atau pohon asam gelugur.
1.Dikatakan bahwa kalau daunnya membulat, maka itu adalah asam gelugur kelamin betina, sedangkan yang lonjong adalah jantan.
2.Bahwa kalau cabang pohonnya mengarah ke bawah, itu betina. Kalau mengarah ke atas atau membentuk sudut sempit terhadap batang, maka itu jantan.
3.Kalau bentuk  batangnya membulat mulus, itu pohon jantan. Kalau berlekuk-lekuk seperti bentuk belimbing, maka itu betina.     
4.Kalau bibit asam pucuk daunnya cepat keluar yang berwarna merah, maka itu jantan. Sedangkan yang lama baru mengeluarkan pucuk daun berwarna merah, itu betina.  
5.Kalau cabangnya banyak dan kecil-kecil maka itu betina, sedangkan yang cabangnya sedikit dan besar-besar, itu jantan.

Penulis sudah menguji semua teori itu ke lapangan. Hasilnya, semua teori cara membedakan kelamin bibit/pohon asam gelugur itu adalah isapan jempol tak berdasar. Setelah mengamati secara seksama ratusan pohon asam gelugur yang tersebar di berbagai wilayah, penulis menemukan bahwa sebagian fakta memang sesuai  teori, tetapi  sebagian yang lainnya bertolak belakang.  Ada pohon asam yang daunnya membulat tapi jantan, ada pula yang cabangnya mengarah ke atas tapi betina.

Konon pula ada teori yang mengatakan bahwa bila biji asam itu besar-besar dan membulat maka itu betina, kalau lonjong itu bakalan jadi jantan. Belum ada bukti yang terukur untuk itu!


Kepada semua pihak yang berkaitan dengan pengembangan tanaman asam gelugur, marilah kita berjujur ria dalam memberikan edukasi tentang budidaya pohon penghasil banyak uang ini. Jangan sampai nantinya para peminat menjadi kecewa. Percayalah, jujur itu membuat kita enak makan enak tidur. Janganlah kita menjamin sesuatu yang belum pasti. Jangan pula menutup-nutupi kelemahan karakter suatu jenis bakal tanaman. Terangkan semua plus minusnya, diminta atau pun tidak diminta oleh calon peminat.  Dengan demikian,kita terhindar dari menjadi seorang php.  

Minggu, 14 Juni 2015

Morfologi Buah Asam Gelugur

Ini foto buah asam gelugur yang matang pohon dan jatuh sendiri. Ada 13 julai siungnya.


Lalu dibelah.






Nah, dari 13 biji yang ada di dalamnya (yang 1 hancur, dibuang), yang 11 adalah biji semu, hanya 2 yang biji asli.
Biji semu itu adalah biji palsu yang hanya berupa gel, sedangkan biji asli adalah biji yang memang benar ada bagian keras bijinya. Untuk perbanyakan, yang bisa dipakai hanya biji asli.

Pohon asam gelugur yang buahnya selalu dipanen dengan dipanjat, dipanen buahnya yang masih muda, umumnya buahnya yang sudah tua pun tidak ada mengandung biji asli.

Biji asam gelugur itu rasanya asam sedikit manis, hingga disukai oleh musang. Musang memakannya, lalu dari kotoran musang  bisa tumbuh pohon asam ini. Karena bijinya keras, pejal dan cukup awet, hingga tak ikut dicerna oleh alat pencernaan musang.



Rabu, 29 April 2015

Cara Mencangkok Asam Gelugur




Asam gelugur (Garcinia atroviridis) merupakan salah satu tanaman yang menyimpan potensi ekonomi yang sangat tinggi untuk dibudidayakan. Secara garis besar, dalam periode yang sama yakni selama 25 tahun, asam gelugur akan memberikan hasil 5 (lima) kali lipat dibanding tanaman kelapa sawit.
Jamaknya asam gelugur diperbanyak dengan cara generatif, yakni melalui biji. Untuk itu perlu dipilih biji yang berasal dari indukan yang sehat, berbuah lebat, buahnya besar-besar dan masa berbuahnya teratur, umur minimal 25 tahun, juga bebas hama dan penyakit.
Tidak semua pohon asam gelugur ini buahnya mengandung biji. Umumnya, pohon yang selalu dipanen saat buahnya masih muda, maka buahnya (yang sudah tua) tidak atau jarang yang berbiji.
Ada pun pohon asam yang dipanen setelah buahnya jatuh sendiri, biasanya dalam satu buah akan mengandung 3-7 butir biji. Biji-biji ini direndam dalam air hangat selama satu malam lalu disemai di bedengan pasir. Biasanya, setelah berdaun empat atau umur 45 hari sesudah semai, bibit dapat dipindahkan ke polibag. Penanaman ke lapangan 7-8 bulan kemudian. Penyakit yang paling umum di persemaian dan di penangkaran adalah penyakit rebah semai yang disebabkan oleh jamur. Pengendalian dengan aplikasi fungisida. Dosis dan interval, lihat di kemasan masing-masing.
Menanam asam gelugur dari biji memiliki keuntungan dan kerugian. Kerugiannya adalah sekitar 20 persennya akan menjadi jantan alias tak berbuah. Cara mengatasinya adalah dengan menanam sebanyak 120 persen dari populasi seharusnya. Yang jantan nantinya akan ditebang. Ketahuan jantan betinanya adalah pada saat pertama kali berbunga. Pohon yang berbunga betina adalah yang bunganya tunggal, satu tangkai satu bunga, sedangkan bunga jantan adalah bunga jamak, satu tangkai bisa 3-10 bunga.
Selain ada yang jantan, masa panen asam gelugur asalan biji juga lumayan lama, sekitar tujuh tahun sesudah tanam, tentunya dengan perawatan yang baik.
Tetapi, dibalik kerugian-kerugian itu, ada beberapa keuntungan yang justru sangat berarti. Asam gelugur asalan biji, akarnya menghujam kuat ke bumi, hingga sangat tidak mudah tumbang. Tajuknya juga besar dan lebar, hingga buahnya akan jauh lebih banyak jika dibanding asam gelugur cangkokan. Selain itu, umurnya juga nyaris tak terbatas. Asam gelugur asalan biji adalah sebentuk pohon abadi. Umurnya bisa sampai 300 tahun. Bahkab lebih. Makin tua makin banyak pula buahnya. Taklah mengherankan jika ada satu pohon asam gelugur yang dalam sekali panen mampu menghasilkan buah segar sebanyak 1 ton.
Karena harga buah segar asam ini di tingkat pengepul adalah rp.5.000/kg, maka satu batang pohon asam gelugur tak sulit untuk menghasilkan uang 5 juta rupiah setiap tahunnya.
Janganlah mengharap hasil yang sama jika tanaman asam gelugur kita berasal dari perbanyakan lewat cara mencangkok atau stek akar. Semua tanaman yang berasal dari cangkokan dan stek akan memiliki akar yang lemah, tajuk yang kecil, dan umur yang terbatas.
Ada pun cara mencangkok pohon asam gelugur adalah sebagai berikut.
Pilih batang (cabang) yang tegak, besarnya sebesar jari tangan orang dewasa atau lebih sedikit. Kupaslah sekeliling kulitnya. Panjang kupasan 5-8 cm. Kerok sisa kambiumnya sampai bersih. Biarkan selama satu bulan. Nanti akan timbul bengkak di ujung kulit sebelah atas. Itu adalah kalus atau calon akar. Kemudian balutlah seluruh bagian batang yang dikupas itu, termasuk kalus tadi, dengan sekepal tanah subur yang lembab. Setelah itu balut dengan lembaran plastik bening. Ikat dengan erat menggunakan tali plastik.
Penyiraman 3 hari sekali. Injeksikan air dengan alat suntik tanpa jarum. Bisa juga dengan botol bekas minyak Singer. Suntikkan air secukupnya dari bagian atas balutan plastik yang sudah dilubangi kecil saja.
Akar akan keluar dalam waktu sekitar sebulan. Dan setelah dua bulan, sesudah akar cukup banyak, potonglah cangkokan pakai gergaji. Buang sebagian daunnya, sisakan sepertiga bagian atas saja. Buka plastik dan tanamkan ke dalam polibag. Media tanam tanah subur plus pukan dengan campuran 1:1. Taruh di tempat teduh 100 persen selama dua bulan. Kemudian baru diperkenalkan kepada panas matahari secara bertahap.
Tingkat keberhasilan pencangkokan ini terbilang rendah, karena asam gelugur termasuk pohon yang tidak mudah dicangkok. Tidak seperti jambu, mangga atau durian. Penggunaan perangsang akar tampaknya tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap keberhasilan pencangkokan.

Sabtu, 25 April 2015

Panen Asam Gelugur

                                         Bibit asam gelugur.

                                              Buah asam gelugur.

                                                 Panen asam gelugur.

Selasa, 21 April 2015

Cara Membedakan Pohon Asam Gelugur Betina dan Jantan

Kita mulai dari indukan pohon asam gelugur. Produksi 400 kg buah asam gelugur segar per tahun. Usia 40 tahun.



Lalu, benihnya di persemaian. Asal dari biji.


Dicabut untuk dipolibagkan.


 Bunga betina di pohon. Kebanyakan tunggal.



 Bunga jantan, kebanyakan bergerombol.


Bedah bunga betina, ada calon buah.



 Bedah bunga jantan, hanya ada kepala putik.


Daun asam gelugur jantan (kiri). Daun asam gelugur hemafrodit (hanya berbunga-yang tengah), dan daun asam gelugur betina. Sifat bentuk daun hanya dominan, bukan keseluruhan. Ini hasil pengamatan atas 3 pohon jantan dan 10 pohon betina. Kesimpuan tidaklah mutlak. Dan belum dapat dijadikan patokan.

Kesimpulan : belum ada cara membedakan asam gelugur jantan dengan asam gelugur betina secara bentuk fisik biji, bentuk ranting/tajuk pohon dan daun. Kepastian hanya bisa diambil bila tanaman sudah berbunga pada umur 6 tahun lebih.