Tampilkan postingan dengan label asal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label asal. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juli 2016

Foto-Foto Bibit Asam Gelugur Asal Stek Akar

Jual bibit asam gelugur asal stek akar. Kelamin betina.
Harga Rp.35.000/batang, tinggi 10 cm.
Harga Rp.50.000/batang, tinggi 25 cm.
Harga Rp.60.000/batang, tinggi 30 cm up.







Bibit asam gelugur asal biji.
Tinggi 17-20 cm umur 7 bulan harga rp.7.000/batang.
Tingi 23-25 cm harga umur 11 bulan rp.10.000/batang.








Harga nett dan di luar ongkir. Pembeli sebaiknya datang langsung. Dusn 3 Desa Petatal, Lima Puluh, Batu Bara, Sumut. Jalan Lintas Medan-Kisaran km 130. Depan Puskesmas Petatal, dekat SPBU 14-212-216 Petatal-Batu Bara. HP.0813 7000 8997. Dengan admin blog ini, Muhammad Isnaini alias Bang Pilot.


Budidaya Asam Gelugur, Awas Bibit Betina Palsu


Seperti yang telah kami sampaikan dalam tulisan sebelumnya, bahwa kendala utama membudidayakan asam gelugur (Garcinia atroviridis) adalah sulitnya mendapatkan bibit yang sudah diketahui jenis kelaminnya.

Idealnya, dalam satu kebun asam gelugur, terdapat sembilan puluh persen pohon betina dan sepuluh persen pohon jantan. Pohon asam gelugur betina membutuhkan penyerbukan agar buahnya menjadi banyak dan besar-besar. Karena itulah pohon asam gelugur betina yang tumbuh sendirian dan jauh dari pohon jantan, buahnya akan kecil-kecil dan jarang.

Pembuktian tentang perlunya pohon asam gelugur kepada penyerbukan sudah dilakukan oleh J.Pangsuban, seorang botanist dari Thailand. Ia membungkus sebagian bunga-bunga asam gelugur dari pohon betina dengan kertas minyak hingga melewati masa penyerbukan.  Hasil yang didapat adalah : bunga-bunga asam yang dibungkus itu banyak yang berguguran. Dan yang berhasil menjadi buah akan memiliki ukuran yang lebih kecil dibandingkan buah lainnya yang tidak dibungkus. Setelah buah yang dulunya dibungkus itu matang, biji yang dihasilkan juga jauh lebih sedikit dan kecil-kecil. Ketika biji disemai, persentase perkecambahannya terbilang rendah. Karena itulah pengembangan bibit tanaman asam gelugur melalui biji secara tidak kawin (apomixis-apogami) menjadi sulit dilakukan.

Pada era  terdahulu, para petani pengembang pertanaman asam gelugur biasanya menanam bibit asam gelugur yang berasal dari biji. Penanaman dilakukan sebanyak dua kali jumlah populasi normal. Jadi, jika jarak tanam normal adalah 8x8 meter, maka ditanamlah bibit asal biji ini dengan jarak tanam 4x8 meter. Dengan  harapan yang akan menjadi betina adalah sekitar 45 persen dan yang jantan sekitar 55 persen, lalu dilakukan penebangan pada 50 persen pohon jantan, akan didapatlah sebuah kebun asam gelugur dengan jumlah pohon betina 90 persen dan jumlah pohon jantan 10 persen. Pohon jantan yang disisakan ini diusahakan agar menyebar di antara pohon betina, sehingga penyerbukan akan lebih merata.  

Dengan pola tanam demikian, masih tersisa masalah tentang jarak tumbuh yang tidak seragam. Akan ada jarak tumbuh perbaris yang berpola acak semisal 4x8x8x16 atau lainnya. Namun secara umum pola yang acak demikian tidak akan terlalu menganggu produksi buah asam gelugur.

Jika mengunakan bibit dari stek akar, jenis kelamin bibit memang sudah diketahui sejak awal. Syaratnya, pembuat atau penjual bibitnya jujur menerangkan jenis kelamin bibit asam gelugurnya.. Artinya, jika ia memang menanam potongan akar yang diambil dari pohon asam gelugur yang  betina, maka bedakan dari yang ditanam dari potongan akar dari pohon asam gelugur jantan, yang kelak akan menjadi  adalah pohon asam gelugur jantan.  


                      Bibit asam gelugur asal stek akar. 

                                Bibit asam gelugur asal biji. 

Patut dicatat bahwa untuk mendapatkan potongan akar pohon asam betina juga tidaklah mudah. Tidak semua pemilik pohon asam mau menjual akar pohon miliknya.

Bila menggunakan bibit asam gelugur asal stek kara,  pengaturan jarak tanam akan menjadi jauh lebih mudah. Namun kendalanya adalah,  bibit asam asal stek akar tidak dianjurkan ditanam pada lahan yang memiliki musim angin kencang, musim kemarau yang keras, daerah berbukit-bukit dan lahan yang kedalaman jangkau air tanahnya lebih dari tiga meter pada musim kemarau.  Sebabnya adalah,  pohon asam yang berasal dari stek akar tidak memiliki akar tunggang, hanya memiliki akar lateral yang cenderung tumbuh ke arah bawah menyamping. Akar model begini kurang mampu menyokong pohon dari terpaan angin kencang. Juga tidak bisa menjangkau air tanah yang terlalu dalam. Itulah sebabnya ada banyak pohon asam asal bibit stek akar ini yang mati pada tengah usia. Kematian biasanya terjadi berangsur, dan dimulai pada pertengahan musim kemarau.  Kematian umumnya melanda pohon yang subur, daunnya rimbun. Karena semakin banyak daun akan semakin besar penguapan air pohon. Ketika penguapan lebih besar dari pada asupan air, maka pohon akan mengalami dehidrasi. Jika dibiarkan, maka pohon akan merana lalu mati.

Aplikasi irigasi dengan sistim pipanisasi yang digabung dengan sistim biopori bisa mengatasi masalah kekurangan air ini bagi kebun asam gelugur di musim kemarau. Tetapi selain biayanya cukup besar, kendala ketersediaan air untuk menyiram juga sulit dihindarkan.
Masih ada pilihan asal bibit lainnya, yakni asal sambung pucuk. Bibit asal sambung pucuk jelas kelaminnya dan tahan terhadap angin kencang juga kekeringan. Tetapi untuk mendapatkan bibit asam gelugur asal sambung pucuk ini sangatlah sulit, karena untuk membuatnya  membutuhkan pucuk puncak pohon asam betina sebagai bahan sambungan. Pucuk ranting dan tunas air tidak bisa dipakai sebagai bahan sambungan. Karena nantinya pucuk model ini tidak mau tumbuh membesar, hanya memanjang saja. Akibatnya tajuk pohon asam gelugur akan menjadi seperti tajuk pohon semangka, menjalar di tanah.

Dewasa ini kerap juga ditemukan orang yang kurang jujur dalam menjual bibit asam gelugur. Penulis pernah menemukan seorang petani yang membeli bibit asam gelugur dari orang jauh. Dikatakan bahwa bibit itu adalah bibit asam gelugur asal stek akar dan dijual seharga rp.40.000/batang. Namun begitu penulis lihat ke kebunnya, ternyata itu hanyalah bibit asam gelugur asal biji, yang oleh penulis biasa dihargai hanya seperempatnya.

Modus lain penjual bibit asam yang kurang bertanggung jawab adalah dengan mengiklankan bahwa bibit asam gelugur yang dijualnya itu memang berasal dari biji, tetapi ia sudah berani memastikan kelaminnya adalah betina. Ia menjual bibitnya itu seharga rp.25.000/batang.

Kebenarannya adalah, jenis kelamin bibit asam gelugur tidak bisa ditentukan berdasarkan ciri-ciri morfologi bibit. Sejauh ini, jenis kelamin pohon asam hanya diketahui saat ia sudah berbunga. Jika bunganya dalam satu tangkai ada banyak, seperti  bunga jambu air, maka itu adalah pohon asam gelugur jantan. Jika  bunganya dalam satu tangkai hanya satu, jarang-jarang ada dua, mak itu adalah betina. Bunga betina juga akan menampakkan bakal buah yang berwarna hijau, sedangkan bunga jantan hanya menampakkan kumpulan benang sari yang berwarna kemerahan.

Secara non ilmiah, memang ada beberapa pendapat di kalangan masyarakat yang berkenaan dengan cara menentukan kelamin asam gelugur berdasarkan ciri bibit atau pohon asam gelugur.
1.Dikatakan bahwa kalau daunnya membulat, maka itu adalah asam gelugur kelamin betina, sedangkan yang lonjong adalah jantan.
2.Bahwa kalau cabang pohonnya mengarah ke bawah, itu betina. Kalau mengarah ke atas atau membentuk sudut sempit terhadap batang, maka itu jantan.
3.Kalau bentuk  batangnya membulat mulus, itu pohon jantan. Kalau berlekuk-lekuk seperti bentuk belimbing, maka itu betina.     
4.Kalau bibit asam pucuk daunnya cepat keluar yang berwarna merah, maka itu jantan. Sedangkan yang lama baru mengeluarkan pucuk daun berwarna merah, itu betina.  
5.Kalau cabangnya banyak dan kecil-kecil maka itu betina, sedangkan yang cabangnya sedikit dan besar-besar, itu jantan.

Penulis sudah menguji semua teori itu ke lapangan. Hasilnya, semua teori cara membedakan kelamin bibit/pohon asam gelugur itu adalah isapan jempol tak berdasar. Setelah mengamati secara seksama ratusan pohon asam gelugur yang tersebar di berbagai wilayah, penulis menemukan bahwa sebagian fakta memang sesuai  teori, tetapi  sebagian yang lainnya bertolak belakang.  Ada pohon asam yang daunnya membulat tapi jantan, ada pula yang cabangnya mengarah ke atas tapi betina.

Konon pula ada teori yang mengatakan bahwa bila biji asam itu besar-besar dan membulat maka itu betina, kalau lonjong itu bakalan jadi jantan. Belum ada bukti yang terukur untuk itu!


Kepada semua pihak yang berkaitan dengan pengembangan tanaman asam gelugur, marilah kita berjujur ria dalam memberikan edukasi tentang budidaya pohon penghasil banyak uang ini. Jangan sampai nantinya para peminat menjadi kecewa. Percayalah, jujur itu membuat kita enak makan enak tidur. Janganlah kita menjamin sesuatu yang belum pasti. Jangan pula menutup-nutupi kelemahan karakter suatu jenis bakal tanaman. Terangkan semua plus minusnya, diminta atau pun tidak diminta oleh calon peminat.  Dengan demikian,kita terhindar dari menjadi seorang php.  

Sabtu, 12 Desember 2015

Memilih Jenis Bibit Asam Gelugur



                                             Buah asam gelugur. Putik, muda dan matang.

Memilih Jenis Bibit Asam Gelugur
Saat ini, ada tiga jenis bibit asam gelugur.
1.Asal dari biji.
2.Asal dari stek akar, dan
3.Asal dari sambung pucuk.

Dari ketiga jenis bibit asam gelugur (selanjutnya ditulis AG) tadi, yang terbaik adalah yang jenis sambung pucuk. Namun sangatlah sulit mendapatkan bibit jenis ini karena penangkar sukar mendapatkan pucuk yang akan disambungkan kepada anakan asal biji. Pucuk yang bisa disambungkan hanyalah pucuk dari indukan betina yang baik dan merupakan pucuk puncak atau roof top. Dalam satu pohon indukan, paling-paling hanya akan didapat 1 atau 2 pucuk saja.

Jika pucuk berasal dari ranting, maka sampai kapan pun arah tumbuhnya tidak akan mau ke atas, tetapi tetap ke samping meski sudah disokong atau pun sudah di potong (cutting top). Karena sulit membuatnya inilah, maka bibit AG asal sambung pucuk biasanya dijual dengan harga yang mahal, antara Rp.100.000 sd. Rp.200.000/batang. Pembeli juga harus ekstra hati-hati, mana tahu ada penjual bibit yang nakal, membuat lalu menjual bibit AG yang pucuknya berasal dari bagian ranting. Secara fisik ini sukar dibedakan jika bibit masih belum tumbuh besar.  

Penulis sendiri saat ini masih bereksperimen bagaimana caranya agar sambungan itu mau tumbuh ke atas.

Ada pun bibit AG asal stek akar, maka ia mempunyai kekurangan yang mendasar. Tanaman AG asal stek akar memang akan betina semuanya, tetapi ia rentan terhadap angin kencang dan kekeringan, akibat akarnya yang terbatas dan bukan akar tunggang. Selain itu, tanaman AG jenis ini juga tidak bisa hidup terlalu lama. Menurut beberapa pendapat yang pernah penulis dengar dari beberapa pakar AG, batas usianya hanya sekitar 30 tahun. Kekurangan lainnya adalah tajuk pohonnya yang kecil, mirip tajuk tanaman asal cangkokan, sehingga buahnya juga akan sedikit. Sedangkan kelebihannya adalah ia akan lebih cepat berbuah, yakni pada umur sekitar 6 tahun.  Adapun harga bibit AG jenis ini ada di kisaran RP.50.000/batang.

Jika bibit AG yang kita tanam berasal dari biji, maka kekurangan mendasarnya adalah persentase kelamin jantan/banci (hermaprodite) yang cukup besar. Menurut pengalaman dan pendapat para ahli AG, persentase jantan itu ada di kisaran 20%-40%.

Penulis sendiri pernah dua kali mengirim bahan tanam ke sebuah laboratorium kultur jaringan di Jakarta, meminta mereka membuatkan bibit AG asal kultur jaringan (invitro), namun sejauh ini masih belum berhasil. Penulis memang tahu, jenis tanaman yang sulit dicangkok, maka akan sulit pula ditumbuhkan selnya di dalam cawan petri kultur jaringan.  

Hehehe, sebelum mengirim bahan tanam ke Jakarta, penulis pernah mencoba menumbuhkan sel jaringan AG ini di labor milik penulis, namun hasilnya gatot alias gagal total. 


                                                     Kuljar AG ku yang gagal.

Untuk itulah, kemudian penulis memutuskan menanam AG di lahan penulis di Riau dengan bibit asal biji, dengan sistim tanam dua kali populasi. Jarak tanam jadinya 4x8 meter, dan nanti yang jantan akan ditebang. Jual kayunya saja. Penyebaran  titik tumbuh betina tentu sulit akan teratur. Namun penulis yakin, dengan cara ini akan didapat sebuah kebun AG yang cukup bagus. Bisa diwariskan ke anak, cucu, cicit dst.

Ready stok bibit AG asal biji 1.000 batang. Harga Rp.7.000/batang. Tingi 15-18 cm. Dalam polibag kecil ukuran 12x17cm, berat 6 ons. Masih harus disalin ke polibag besar (ukuran 25x30 cm) dan di piara dulu selama 3 bulan baru siap tanam. Selama itu, bibit AG harus diajarkan kena panas matahari. Caranya ialah dengan menaruhnya di bawah para-para/pelindung dari daun kelapa/kelapa sawit.  Atur agar kerapatan daun melewatkan 40% cahaya, lalu biarkan daun kelapa sawit hancur dengan sendirinya. Daun kelapa sawit lebih direkomendasikan dari pada daun kelapa, karena daun kelapa lebih awet sehingga kurang baik meluluskan cahaya.



Jika berminat, hubungi  hp. 0813 7000 8997 dengan Muhammad Isnaini alias Bang Pilot. Alamat di Jalan Lintas Medan-Kisaran km 129, depan Puskesmas Petatal, dekat SPBU Petatal-Batu Bara.  Dusun III desa Petatal, kec. Talawi, Kab. Batu Bara, Sumut.