Sabtu, 15 Agustus 2015

Pemberitahuan

Mulai tanggal 16 - 8 - 2015 s.d tanggal 30 - 8 - 2015, admin blog ini (Bang Pilot) akan berada di daerah yang sulit sinyal seluler. Jika ada yang penting, silahkan sms ke nomor hp. 0813 7000 8997 pada pukul 20.00 WIB.

Salam tani sukses mandiri!

Jumat, 14 Agustus 2015

Budidaya Asam Gelugur, Kendala dan Solusi Terakhir!



Tanaman asam gelugur alias asam keping alias asam potong saat ini sedang naik daun. Nilai jual buahnya yang segar maupun yang sudah dikeringkan terus saja meroket dari waktu ke waktu. Saat ini harga asam gelugur gelondongan basah ada di kisaran rp.6.000/kg. Sedangkan yang kering jemur sudah bertenger di tangga harga rp.34.000/kg. Satu kg asam gelugur kering berasal dari lima kg buah asam segar.
Jika dibudidayakan, tanaman asam gelugur akan mulai belajar berbuah pada umur 7 tahun. Sedangkan bila tumbuh liar di alam, tumbuhan penghasil rasa masam ini baru akan berbuah pada umur 9-10 tahun. Berat rerata sebutir buah adalah 350 gram.  
Selain harga jual produknya yang selalu menanjak, tanaman ini masih punya satu kelebihan yang jarang dimiliki oleh tanaman lain. Asam gelugur dapat tumbuh secara abadi! Umurnya bisa sampai ratusan tahun. Hingga hasilnya bisa dinikmati oleh penanamnya, berikut anak, cucu, cicit, pirit, antah-antah dan oneng-onengnya. Tujuh turunan! Asam gelugur terus tumbuh seiring waktu, dengan buahnya yang semakin banyak. Tidaklah ganjil jika satu pohon saja bisa menghasilkan satu ton buah segar dalam satu tahun (ini yang umurnya udah bangkotan ya).
Lalu, apa kendala pembudidayaannya? Mengapa orang tidak lantas beramai-ramai menanamnya?
Karena : mendapatkan bibitnya tidaklah mudah. Dan, sampai berumur satu tahun, tanaman asam gelugur pada dasarnya belum menginginkan paparan sinar matahari secara terbuka. Karena itu agak sulit menanamnya di areal yang sudah terlanjur terbuka. Kami mengakali hal ini dengan membuatkan peneduh dari daun kelapa sawit dan kuga menanam singkong sebagai pohon pelindung.
Pemilihan bibit.
Tanaman asam gelugur yang bisa abadi itu, hanyalah yang bibitnya berasal dari biji. Jika dikembangkan secara vegetatif, maka akarnya yang tak punya akar tunggang itu akan membuat pohon mudah rebah saat sudah tinggi dan tertiup angin kencang. Juga rentan mati saat kemarau yang keras, terutama jika di tanam di perbukitan dengan air tanah yang jauh. Selain itu, mengembangkan asam gelugur secara vegetatif juga bukanlah perkara mudah. Jika dicangkok atau disambung pucuk, maka tingkat keberhasilannya (menurut pengalaman penulis) adalah di bawah 10 persen. Beda jauh dengan mencangkok jambu, yang tingkat keberhasilannya bisa 100 persen. Atau bandingkan dengan sambung pucuk pohon kakao yang bisa jadi 80 persen.

Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan perbanyakan lewat stek akar. Cara ini lumayan berhasil, namun jumlah bibit yang bisa dihasilkan sangatlah terbatas, mengingat pohon indukan akan mati jika akarnya terlalu banyak dipotong dan diambil.

Memangnya, apa masalahnya jika diperbanyak lewat biji?

Pertama, mendapatkan bijinya tidaklah mudah. Buah asam gelugur umumnya dipanen oleh pengepul saat buahnya masih hijau. Otomatis bijinya tidak bisa dijadikan bibit.
Mengapa tidak menunggu sampai buahnya matang?
Matangnya buah sangat tidak serempak. Jika di pohon ada seribu butir buah asam, dalam satu hari bisa-bisa yang matang dan jatuh hanya sepuluh sampai dua puluh buah saja. Selain itu, buah yang sudah matang akan menghasilkan asam potong kering yang lebih sedikit. Satu kg asam potong kering berasal dari sekitar 5 kg buah asam yang masih hijau, jika sudah matang maka angkanya adalah 5,5-6 kg.    

Kedua, jika bibit berasal dari biji, maka persentase kemungkinan jantan cukup tinggi. Menurut pengalaman penulis, dan hasil sharing dengan teman-teman sesama petani asam gelugur, persentase kemungkinan jantan itu ada di kisaran 20-40 persen. Penulis pernah menanam 10 batang asam gelugur dan yang jantan 3 pohon. Seorang teman di Aceh menanam 215 pohon dan yang jantan 88 pohon.

Sayangnya, sampai detik ini belum diketahui cara membedakan mana bibit jantan dan mana bibit betina. Benar bahwa ada berbagai teori dikemukakan oleh berbagai pihak, namun setelah penulis uji di lapangan, tak satu pun teori itu yang akurat. Pohon asam gelugur diketahui jenis kelaminnya hanya saat ia sudah berbunga, pada umur sekitar 6,5 tahun. Bunga yang bercabang-cabang dan banyak dalam satu tangkai menandakan bahwa pohon penghasilnya adalah pohon jantan. Sedangkan bunga betina yang akan menjadi buah umumnya hanya satu buah dalam satu tangkai.

Jika ada penjual bibit asam gelugur yang mengklaim bahwa bibit asam yang ia jual dijamin betina, padahal asalnya adalah dari biji, maka saya berani mengatakan bahwa klaim itu hanyalah klaim sepihak. Teori yang mengatakan bahwa bila bentuk biji asam itu membulat seperti kacang koro maka itu adalah biji asam betina, sedangkan bila berbentuk panjang lonjong adalah biji asam jantan, juga bukanlah sebuah teori yang benar-benar sudah teruji kebenarannya.

Lalu, apa solusinya?

Solusinya sederhana saja, namun akan makan biaya lumayan. Tanamlah bibit asam asal biji dengan populasi  dua kali lipat jumlah normal. Misalnya jarak tanam normal adalah 8x8 meter, maka kini kita tanam dengan jarak 4x8 meter. Nanti, yang jantan ditebang. Tinggal berdoa semoga yang jantan tidak terlalu berdekatan posisinya.  Kayu hasil tebangan pohon asam jantan itu bisa dijual ke pasaran. Untuk bahan bakar pembuatan batu bata, misalnya. Tetapi kalau kayunya sudah berdiameter 25 cm up, maka harganya akan cukup mahal, karena adalah bahan baku terbaik untuk pembuatan sampan/boat tangkap ikan di laut. Kayu asam gelugur adalah jenis kayu yang paling tahan terhadap air asin.

Sampai saat ini, inilah cara satu-satunya agar bisa memiliki kebun asam gelugur yang ideal. 

Jika punya satu hektar saja pohon asam gelugur yang sudah dewasa, maka satu keluarga kecil sudah bisa hidup dengan nyaman secara ekonomi. Sampai ke anak, cucu, cicit, pirit, antah-antah dan oneng-oneng. Tujuh turunan!

Syaratnya, ya setiap individu keturunan itu menanam minimal satu hektar asam gelugur juga. Kalau satu hektar tanaman asam gelugur itu digerogoti oleh tujuh turunan, jangankan uangnya atau buahnya, akarnya pun bisa habis tak bersisa.


Minggu, 14 Juni 2015

Morfologi Buah Asam Gelugur

Ini foto buah asam gelugur yang matang pohon dan jatuh sendiri. Ada 13 julai siungnya.


Lalu dibelah.






Nah, dari 13 biji yang ada di dalamnya (yang 1 hancur, dibuang), yang 11 adalah biji semu, hanya 2 yang biji asli.
Biji semu itu adalah biji palsu yang hanya berupa gel, sedangkan biji asli adalah biji yang memang benar ada bagian keras bijinya. Untuk perbanyakan, yang bisa dipakai hanya biji asli.

Pohon asam gelugur yang buahnya selalu dipanen dengan dipanjat, dipanen buahnya yang masih muda, umumnya buahnya yang sudah tua pun tidak ada mengandung biji asli.

Biji asam gelugur itu rasanya asam sedikit manis, hingga disukai oleh musang. Musang memakannya, lalu dari kotoran musang  bisa tumbuh pohon asam ini. Karena bijinya keras, pejal dan cukup awet, hingga tak ikut dicerna oleh alat pencernaan musang.



Rabu, 29 April 2015

Cara Mencangkok Asam Gelugur




Asam gelugur (Garcinia atroviridis) merupakan salah satu tanaman yang menyimpan potensi ekonomi yang sangat tinggi untuk dibudidayakan. Secara garis besar, dalam periode yang sama yakni selama 25 tahun, asam gelugur akan memberikan hasil 5 (lima) kali lipat dibanding tanaman kelapa sawit.
Jamaknya asam gelugur diperbanyak dengan cara generatif, yakni melalui biji. Untuk itu perlu dipilih biji yang berasal dari indukan yang sehat, berbuah lebat, buahnya besar-besar dan masa berbuahnya teratur, umur minimal 25 tahun, juga bebas hama dan penyakit.
Tidak semua pohon asam gelugur ini buahnya mengandung biji. Umumnya, pohon yang selalu dipanen saat buahnya masih muda, maka buahnya (yang sudah tua) tidak atau jarang yang berbiji.
Ada pun pohon asam yang dipanen setelah buahnya jatuh sendiri, biasanya dalam satu buah akan mengandung 3-7 butir biji. Biji-biji ini direndam dalam air hangat selama satu malam lalu disemai di bedengan pasir. Biasanya, setelah berdaun empat atau umur 45 hari sesudah semai, bibit dapat dipindahkan ke polibag. Penanaman ke lapangan 7-8 bulan kemudian. Penyakit yang paling umum di persemaian dan di penangkaran adalah penyakit rebah semai yang disebabkan oleh jamur. Pengendalian dengan aplikasi fungisida. Dosis dan interval, lihat di kemasan masing-masing.
Menanam asam gelugur dari biji memiliki keuntungan dan kerugian. Kerugiannya adalah sekitar 20 persennya akan menjadi jantan alias tak berbuah. Cara mengatasinya adalah dengan menanam sebanyak 120 persen dari populasi seharusnya. Yang jantan nantinya akan ditebang. Ketahuan jantan betinanya adalah pada saat pertama kali berbunga. Pohon yang berbunga betina adalah yang bunganya tunggal, satu tangkai satu bunga, sedangkan bunga jantan adalah bunga jamak, satu tangkai bisa 3-10 bunga.
Selain ada yang jantan, masa panen asam gelugur asalan biji juga lumayan lama, sekitar tujuh tahun sesudah tanam, tentunya dengan perawatan yang baik.
Tetapi, dibalik kerugian-kerugian itu, ada beberapa keuntungan yang justru sangat berarti. Asam gelugur asalan biji, akarnya menghujam kuat ke bumi, hingga sangat tidak mudah tumbang. Tajuknya juga besar dan lebar, hingga buahnya akan jauh lebih banyak jika dibanding asam gelugur cangkokan. Selain itu, umurnya juga nyaris tak terbatas. Asam gelugur asalan biji adalah sebentuk pohon abadi. Umurnya bisa sampai 300 tahun. Bahkab lebih. Makin tua makin banyak pula buahnya. Taklah mengherankan jika ada satu pohon asam gelugur yang dalam sekali panen mampu menghasilkan buah segar sebanyak 1 ton.
Karena harga buah segar asam ini di tingkat pengepul adalah rp.5.000/kg, maka satu batang pohon asam gelugur tak sulit untuk menghasilkan uang 5 juta rupiah setiap tahunnya.
Janganlah mengharap hasil yang sama jika tanaman asam gelugur kita berasal dari perbanyakan lewat cara mencangkok atau stek akar. Semua tanaman yang berasal dari cangkokan dan stek akan memiliki akar yang lemah, tajuk yang kecil, dan umur yang terbatas.
Ada pun cara mencangkok pohon asam gelugur adalah sebagai berikut.
Pilih batang (cabang) yang tegak, besarnya sebesar jari tangan orang dewasa atau lebih sedikit. Kupaslah sekeliling kulitnya. Panjang kupasan 5-8 cm. Kerok sisa kambiumnya sampai bersih. Biarkan selama satu bulan. Nanti akan timbul bengkak di ujung kulit sebelah atas. Itu adalah kalus atau calon akar. Kemudian balutlah seluruh bagian batang yang dikupas itu, termasuk kalus tadi, dengan sekepal tanah subur yang lembab. Setelah itu balut dengan lembaran plastik bening. Ikat dengan erat menggunakan tali plastik.
Penyiraman 3 hari sekali. Injeksikan air dengan alat suntik tanpa jarum. Bisa juga dengan botol bekas minyak Singer. Suntikkan air secukupnya dari bagian atas balutan plastik yang sudah dilubangi kecil saja.
Akar akan keluar dalam waktu sekitar sebulan. Dan setelah dua bulan, sesudah akar cukup banyak, potonglah cangkokan pakai gergaji. Buang sebagian daunnya, sisakan sepertiga bagian atas saja. Buka plastik dan tanamkan ke dalam polibag. Media tanam tanah subur plus pukan dengan campuran 1:1. Taruh di tempat teduh 100 persen selama dua bulan. Kemudian baru diperkenalkan kepada panas matahari secara bertahap.
Tingkat keberhasilan pencangkokan ini terbilang rendah, karena asam gelugur termasuk pohon yang tidak mudah dicangkok. Tidak seperti jambu, mangga atau durian. Penggunaan perangsang akar tampaknya tidak memberikan kontribusi yang nyata terhadap keberhasilan pencangkokan.

Sabtu, 25 April 2015

Panen Asam Gelugur

                                         Bibit asam gelugur.

                                              Buah asam gelugur.

                                                 Panen asam gelugur.

Selasa, 21 April 2015

Cara Membedakan Pohon Asam Gelugur Betina dan Jantan

Kita mulai dari indukan pohon asam gelugur. Produksi 400 kg buah asam gelugur segar per tahun. Usia 40 tahun.



Lalu, benihnya di persemaian. Asal dari biji.


Dicabut untuk dipolibagkan.


 Bunga betina di pohon. Kebanyakan tunggal.



 Bunga jantan, kebanyakan bergerombol.


Bedah bunga betina, ada calon buah.



 Bedah bunga jantan, hanya ada kepala putik.


Daun asam gelugur jantan (kiri). Daun asam gelugur hemafrodit (hanya berbunga-yang tengah), dan daun asam gelugur betina. Sifat bentuk daun hanya dominan, bukan keseluruhan. Ini hasil pengamatan atas 3 pohon jantan dan 10 pohon betina. Kesimpuan tidaklah mutlak. Dan belum dapat dijadikan patokan.

Kesimpulan : belum ada cara membedakan asam gelugur jantan dengan asam gelugur betina secara bentuk fisik biji, bentuk ranting/tajuk pohon dan daun. Kepastian hanya bisa diambil bila tanaman sudah berbunga pada umur 6 tahun lebih. 


Senin, 20 April 2015

Deskripsi Blog Asam Gelugur

Blog ini dibuat oleh Muhammad Isnaini untuk mengenalkan asam gelugur dan berbagai aspeknya kepada khalayak ramai.

Nama lain asam gelugur adalah asam gelugor, asam potong dan asam keping.

Insya Allah mulai nanti malam akan saya posting artikel tentang budidaya asam gelugur dan potensi ekonominya.

Sekian saja dulu, saya mau ke ladang, mengolah penangkaran bibit sawit, aren, asam gelugur, pepaya dan cabe rawit.

Wasalamualaikum wr. wb.